Pekanbaru (PWMRIAU.OR.ID) - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pedoman Tata Naskah Muhammadiyah pada Rabu, 14/1/2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring (online) dan diikuti oleh unsur sekretariat di lingkungan Muhammadiyah se-Riau.
Peserta sosialisasi terdiri dari Sekretaris, Wakil Sekretaris, serta Sekretariat Majelis dan Lembaga PWM Riau, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Riau, serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Riau. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman serta meningkatkan ketertiban administrasi persuratan sesuai dengan Pedoman Tata Naskah Muhammadiyah Tahun 2025.
Ketua PWM Riau, Dr. H. Hendri Sayuti, M.Ag, hadir membuka kegiatan secara resmi sekaligus memberikan arahan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa keunggulan Persyarikatan Muhammadiyah tidak hanya tampak pada kekuatan dakwah dan amal usaha, tetapi juga tercermin dalam tata kelola administrasi dan tata naskah dinas yang semakin tertib, standar, dan berorientasi pada akuntabilitas, termasuk dalam konteks penguatan sistem.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Muhammadiyah menempatkan administrasi bukan sekadar urusan teknis, melainkan sebagai instrumen strategis untuk menjaga keseragaman kebijakan, kejelasan komando organisasi, serta kesinambungan program di seluruh tingkatan persyarikatan.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Sekretaris PWM Riau, H. Abunawas, S.Ag., M.M, dan Kepala Sekretariat PWM Riau, Zulfajri, S.T. Materi meliputi prinsip-prinsip Pedoman Tata Naskah Muhammadiyah, jenis-jenis naskah dinas, serta teknis penulisan surat, keputusan, instruksi, hingga pengelolaan arsip administrasi.
Melalui penguatan sistem administrasi dan tata naskah dinas yang baku—mulai dari penulisan surat, keputusan, instruksi, hingga pengelolaan arsip digital—Muhammadiyah memastikan setiap proses organisasi terdokumentasi dengan rapi, mudah ditelusuri, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pendekatan ini mencerminkan kematangan organisasi besar yang dikelola dengan prinsip good governance, transparansi, dan efisiensi, sejalan dengan tuntutan era digital serta kompleksitas amal usaha yang terus berkembang.
Dengan tata kelola administrasi yang disiplin dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, Muhammadiyah semakin menegaskan posisinya sebagai organisasi kemasyarakatan Islam modern yang tidak hanya unggul dalam gagasan dan gerakan, tetapi juga dalam sistem pengelolaan organisasi yang profesional dan berkelanjutan, bahkan jika dibandingkan dengan organisasi kemasyarakatan besar di tingkat dunia.(Fjr)